Makalah BMI

Posted: May 19, 2011 in Makalah

Makalah Akhir

Mata Kuliah Berpikir dan Menulis Ilmiah

 

PENGARUH KOMUNIKASI AGEN PENYULUH TERHADAP ADOPSI INOVASI TERHADAP MASYARAKAT DESA AGRARIA

Oleh:

Meilisa Asriani (I34090060)

Dosen:

Dr. Ir. Pudji muljono, Msi

Martua Sihaloho, SP, Msi

Asisten:

Mahmudi  Siwi, SP

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2010/2011

Abstrak

In this paper, author would like to know about the influence of communication on the extension of the village and extension process approach with rural communities to achieve the relationship and trust. Improved of relationships and trust needs to be done by the extension agent for extension agents to be accepted by the community in delivering innovation that brings, because basically people prefer the extension agents as sources of agricultural innovation, so that when the extension agent to obtain the relationship and trust in society, can arise belief that the innovations he brought to improve the welfare of society. The method used is the method of literature review with a variety of sources.

Ringkasan

Komunikasi merupakan salah satu faktor dalam meningkatkan tingkat adopsi inovasi pada masyarakat. Peningkatan hubungan dan kepercayaan perlu dilakukan oleh agen penyuluh agar agen penyuluh dapat diterima oleh masyarakat dalam menyampaikan inovasi yang dibawanya, karena pada dasarnya masyarakat lebih memilih agen penyuluh sebagai sumber inovasi pertanian, sehingga apabila agen penyuluh dapat memperoleh hubungan dan kepercayaan pada masyarakat,inovasi yang dibawanya akan diterima oleh masyarakat.

Pendekatan yang dilakukan agen penyuluh yaitu dengan cara  mendatangi secara langsung masyarakat yang akan disuluh sehingga agen penyuluh menjadi pihak yang aktif dalam mengadakan pendekatan pada masyarakat, hal ini diperlukan untuk mengadakan hubungan antara agen penyuluh dengan masyarakat. Setelah mengadakan hubungan dengan masyarakat, agen penyuluh juga perlu untuk membangun kepercayaan yaitu dengan mempelajari aspek-aspek budaya yang ada pada masyarakat, sehingga nantinya masyarakat dapat mengapresiasi inovasi yang dibawa oleh agen penyuluh yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemudian mengadopsi inovasi tersebut.

Daftar Isi

Abstrak. i

Ringkasan. ii

Daftar Isi iii

Daftar Tabel iv

Pendahuluan. v

Latar Belakang. v

Bab I : Komunikasi Dalam Penyuluhan. 1

Hubungan Komunikasi dan Penyuluhan. 1

Cara Komunikasi Dalam Penyuluhan. 1

Bab II: Manfaat Saluran Komunikasi Penyuluhan. 3

Pencapaian Aspek Hubungan dan Kepercayaan. 3

Pengambilan Inovasi Dalam Proses Adopsi 3

Kesimpulan dan Saran. 5

Kesimpulan. 5

Saran. 5

Daftar Pustaka. 6

Daftar Tabel

Tabel : Source of Farm Information 1. 3

Pendahuluan

Latar Belakang

Komunikasi merupakan salah satu faktor pendukung yang sangat penting dalam penentuan tingkat adopsi inovasi yang dilakukan penyuluh terutama kepada masyarakat desa. Dimana ketika pola komunikasi yang tepat yang diterapkan oleh penyuluh dapat membawa tingkat adopsi inovasi ke angka yang relatif tinggi. Pendekatan yang dilakukan penyuluh sebaiknya dengan cara terjun langsung ke komunitas petani di pedesaan, sehingga pendekatan tersebut dapatlah membawa efek kepercayaan kepada penyuluh dan inovasi yang akan diterapkan oleh petani dapat membawa petani kepada tingkat kesejahteraan yang lebih baik. Sehingga dengan adanya kepercayaan dalam keberhasilan inovasi yang disampaikan oleh penyuluh dapat meningkatkan tingkat adopsi ke angka yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan penyuluh yang tidak menerapkan pola pendekatan sacara langsung pada masyarakat desa khususnya pada petani. Dalam hal ini penulis ingin mengetahui pola komunikasi yang seperti apakah yang tepat digunakan dalam pendekatan yang dilakukan penyuluh kepada masyarakat desa sehingga pendekatan tersebut dapat dengan efektif meningkatkan tingkat adopsi inovasi pada masyarakat desa. Perumusan Masalah

  1. Bagaimanakah pengaruh komunikasi terhadap kegiatan penyuluhan di desa yang sebagian besar bermata pencaharian petani?
  2. Bagaimanakah  proses pendekatan penyuluh dengan masyarakat pedesaan, guna mencapai aspek hubungan dan kepercayaan?

Tujuan pembuatan karya ilmiah ini adalah agar kita mengetahui bagaimana cara yang tepat dalam mencari cara yang efektif dalam meningkatkan tingkat adopsi inovasi yang sesuai untuk masyarakat pedesaan khususnya yang memiliki mata pencaharian sebagai petani, sehingga penerapan adopsi inovasi ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa khususnya petani.

Metode penelitian yang dilakukan penulis adalah dengan menggunakan metode studi pustaka, dimana penulis mengaitkan teori pada pustaka yang berupa buku teks acuan dan jurnal yang terkait dengan rumusan masalah yang diangkat oleh penulis. Khususnya teori yang mengangkat tentang pengaruh pada pola komunikasi yang diterapkan penyuluh dan  tingkat adopsi inovasi pada masyarakat desa agrarian.

Bab I : Komunikasi Dalam Penyuluhan

Hubungan Komunikasi dan Penyuluhan

Komunikasi menurut McQuail dan Windahl dalam Lubis (2010) adalah “proses penyampaian informasi, ide, sikap, atau emosi dari satu orang atau kelompok ke orang atau kelompok lainnya (Theodorson dan Theodorson) yang terjadi bila suatu sistem (sumber) mempengaruhi yang lain (tujuan) dengan memanfaatkan simbol yang disampaikan melalui saluran yang menghubungkan mereka (Osgood), dan merupakan interkasi sosial melalui pesan (Gerbner)”[1].

Sedangkan penyuluhan menurut Ir. Teko Sumodiwiryo dalam Mugniesyah (2006:13) adalah “Pendidikan yang memberi arah dan bimbingan, dengan bujukan dan kesepakatan untuk memberi semangat kepada penduduk supaya bertindak sendiri, dengan menghindarkan paksaan.”.

Menurut Ibrahim dalam Sumarno (2010) “Salah satu bentuk informasi yang berasal dari pihak agen pembaruan adalah bimbingan dan penyuluhan…”

Dalam penyuluhan, pendidikan tersebut diberikan dengan cara menyampaikan informasi mengenai inovasi dari penyuluh ke masyarakat, sehingga nantinya masyarakat dapat mengerti mengenai inovasi tersebut sehingga dapat memberi arah dan bimbingan untuk mengangkat kesejaheraan masyarakat desa, dalam hal ini komunikasi yang diberikan penyuluh sangat berperan penting dalam menyampaikan informasi mengenai inovasi sehingga nantinya masyarakat dapat mengadopsi inovasi yang diberikan.

Cara Komunikasi Dalam Penyuluhan

Menurut  Emenyeonu (1987:114), “ …Media massa formal seperti televisi, dan surat kabar tidak populer sebagai sumber lebih lanjut  pertanian informasi di antara petani…” Oleh karena itu, pada dasarnya agen penyuluhan dianggap lebih berperan dalam tingkat adopsi inovasi, hanya kembali kepada agen penyuluh itu sendiri, bagaimana mereka dapat melakukan pendekatan yang efektif agar masyarakat desa dapat meningkatkan adopsi inovasi

Adapun cara komunikasi yang efektif bagi penyuluh adalah dengan cara melakukan pendekatan kepada masyarakat. Menurut Ir.Teko Sumodiwirjo Penduduk akan mendekati agen penyuluh ketika agen penyuluh menimbulkan rasa kepercayaan sampai taraf tertentu, tetapi kepercayaan ini hanya dapat tumbuh berangsur-angsur, oleh karena itu penyuluh pun harus (Dikutip dalam Gunardi 1998:3)  mendatangi beberapa kali orang yang diberi penyuluhan. Jadi penyuluh harus menjadi pihak yang aktif dalam melakukan pendekatan kepada mayarakat.

‘Aksi pertama untuk mengadakan hubungan’ harus datang dari pihak penyuluh, maka tindakan pertama ialah mendatangi beberapa orang yang akan diberi penyuluhan, maka haruslah diperhitungkan adanya suatu kemungkinan besar penyuluh tidak diterima oleh masyarakat.[2]

Agen penyuluh yang melakukan pendekatan kepada masyarakat harus dapat memperhitungkan inovasi yang dibawanya akan diterima atau tidak oleh masyarakat pedesaan tersebut, Oleh karena itu agen penyuluh harus menumbuhkan kepercayaan terhadap inovasi yang dibawanya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan khususnya pada masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani, sehingga masyarakat berkeinginan mengadopsi dan mengaplikasikan inovasi yang dibawa oleh agen penyuluh tersebut.

.


Bab II: Manfaat Saluran Komunikasi Penyuluhan

Pencapaian Aspek Hubungan dan Kepercayaan

Menurut Teko Sumodiwirjo dalam Gunardi (1998), Pencapaian aspek hubungan dilakukan dengan tindakan penyuluh yang mendatangi beberapa orang yang akan diberi penyuluhan dan penyuluh harus terlebih dahulu memperhitungkan adanya kemungkinan besar tidak diterima atau tanpa tangan terbuka. “… Apabila penyuluh sudah berhasil mengadakan hubungan dengan kepala keluarga, maka fihak ia, harus sebanyak mungkin memperbesar suasana tentram suasana pedesaan Timur…” (Kagawa dalam Gunardi ,1998)

Apabila telah melakukan hubungan, penyuluh juga disarankan untuk mendapatkan aspek kepercayaan pada masyarakat. Caranya adalah dengan mempelajari aspek-aspek budaya pada desa penyuluhannya untuk dapat menyesuaikan inovasi yang disampaikan dengan kebudayaan setempat sehingga setelah terjadi hubungan, penyuluh juga mendapatkan aspek kepercayaan yang dapat membatu penyuluh untuk menyampaikan pesan atau inovasi.

Pengambilan Inovasi Dalam Proses Adopsi

Menurut Harinta(2010) “Pada dasarnya, sebagai individu petani tidak mempunyai kemampuan untuk mengubah keadaan usaha taninya. Oleh karena itu, keberadaan bantuan dari luar sangat diperlukan, baik secara langsung dalam bentuk bimbingan dan pembinaan usaha maupun tidak langsung dalam bentik intensif yang dapat mendorong petani menerima hal-hal baru dalam mengadakan tindakan perubahan…”

Source Number Percentage
Newspapers 5 3.0
Magazines 3 1.8
Radio 25 14.8
Television 8 4.8
Film 3 1.8
Extension agent 103 61.3
Fellow Farmers 10 5.9
Relatives 5 3.0
Others 6 3.6
Total 168 100,00

Tabel : Source of Farm Information 1


Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Emenyeonu (1987; 114-115) Responden cenderung lebih memilih agen penyuluhan sebagai sumber inovasi pertanian. Pemilihan responden yang cenderung besar pada agen penyuluhan pada dasarnya karena agen penyuluhan lebih dapat berkomunikasi secara dua arah dengan petani, sehingga terjadi komunikasi yang lebih efektif.

Menurut Rogers dan Shoemaker dalam Mugniesyah (2006) terdapat lima tahapan dalam pengambilan keputusan Inovasi, yaitu Knowladge (pengetahuan atau pengenalan), Persuasion (pembentukan sikap), Decision (pengambilan keputusan), Implementation (pelaksanaan), Confirmation (konfirmasi atau penegasan). Agen penyuluh lebih berperan dalam pengenalan inovasi pada masyarakat, karena itu cara agen penyuluh menyampaikan inovasi tersebut haruslah dilakukan dengan pendekatan yang efektif, sehingga inovasi yang disampaikan dapat dengan tepat diinterpretasikan oleh masyarakat.

Oleh karena itu, penyuluh sebaiknya menguasai betul materi yang akan diberikan, dan menyalurkannya dengan pendekatan yang intensif kepada masyarakat dengan teknik komunikasi yang tepat seperti dengan pendekatan hubungan dan kepercayaan, sehingga masyarakat dapat melalui tahap Persuasion, Decision, Implementation dan Confirmation dengan menuju ke arah proses adopsi inovasi.

Menurut Supandi (2008) Tahapan dalam menumbuhkan partisipasi petani terhadap inovasi yang ditawarkan adalah: pertama, mencairkan penolakan atau mengusahakan penerimaan; kedua, menampilkan petani sebagai partisipan yang aktif dan bertanggung jawab melalui usaha tindak lanjut yang memungkinkan petani terbiasa mengembangkan kegiatan inovatif; dan ketiga, meningkatkan peran petani agar lebih aktif mengembangkan produksi di daerah (Dikutip dalam Perdana 2009).

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

Komunikasi yang dilakukan oleh penyuluh dapat menentukan keberhasilan adopsi inovasi pada masyarakat. Penyuluh hendaknya melakukan pendekatan dengan masyarakat sehingga terjadi hubungan dan kepercayaan pada masyarakat. Sebelum mengadakan pendekatan tersebut, Penyuluh disarankan mempelajari terlebih dahulu tentang aspek-aspek kebudayaan pada masyarakat desa agraria tersebut. Sehingga apabila hubungan dan kepercayaan tercapai, penyuluh dapat meningkatkan tingkat adopsi inovasi pada masyarakat pedesaan.

Saran

Sebelum melakukan penyuluhan, agen penyuluh sebaiknya menguasai betul materi penyuluhan yang akan disampaikan, dan penyuluh juga disarankan untuk mengetahui tentang aspek budaya pada masyarakat yang akan diberikan penyuluhan.

Daftar Pustaka

Emenyeonu BN. 1987. Communication and Adoption of Agricultural Innovations:

 Quantifications and Notes Towards A Conceptual Model. Africa Media

Review: 1(2)  [Internet]. [dikutip 12 November 2010]. Dapat diunduh

dari: http//www.pengaruh komunikasi penyuluh.com/ fungsi media

penyuluhan/english version/content/full

Harinta Y W. 2010. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Adopsi Inovasi Pertanian Di Kalangan Petani Di Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo. Thesis/disertasi siap uji [Internet]. [dikutip 12 November 2010]. Dapat diunduh dari: http//www.Penyuluhan pertanian.com/faktor adopsi inovasi/Faktor yang mempengaruhi

Lubis DP. 2010. Pendahuluan. Dalam: Hubeis ADS: Editor. Dasar-Dasar

Komunikasi. Bogor: Sains KPM IPB Press.

Mugniesyah SS.2006. Materi Bahan Ajar Ilmu Penyuluhan. Departemen sains

komunikasi dan pengembangan masyarakat. Fakultas Ekologi Manusia.

Institut Pertanian Bogor. Tidak dipublikasikan.

Sumodiwirjo T. 1988. Beberapa Catatan Dari Praktek Penyuluhan Pada Rakyat.

Dalam: Gunardi. Kumpulan Bahan Bacaan Praktikum Dasar-Dasar

Penyuluhan Pertanian.Bogor: Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

Sumarno M. 2010. Tingkat Adopsi Inovasi Teknologi Pengusaha Sentra Industri

Kecil Kerajinan Gerabah Kasongan Kabupaten Bantul. Jurnal Manajemen

dan Kewirausahaan [Internet]. [dikutip 7 Januari 2010]. Dapat diunduh:

http// puslit2/petra.ac.id/ejournal/index.php/man/article/view

file/17984/17895

Perdana AS. 2009. Analisis Kinerja Program Penyuluhan dan Komunikasi  Pertanian di BPP Sewon Kabupaten Bantul. Program Swadaya Fakultas

Pertanian. Jurusan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian. Universitas

Gadjah Mada [Internet]. [dikutip 7 januari 2010]. Dapat diunduh:

http//penelitian penyuluhan/index.php/penelitian ugm/view file


[1] Dikutip pada Bab 1 Pendahuluan, Dasar-dasar komunikasi

[2] Ibid halaman 4

Advertisements

makalah BMI

Posted: May 19, 2011 in Makalah

tugas makalah BMI

https://meilisaasriani.wordpress.com/2011/05/19/makalah-bmi/

:)

Posted: May 19, 2011 in Uncategorized

Annyeong all!^^

I’m going to use my WordPress cause of my blog in student IPB was in under construction..

poor me.. haha

so you guys welcome in my new Blog (again and again) 😀

Hello world!

Posted: February 24, 2011 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!